Rabu, 14 Juli 2021

QURBAN


Pengertian Kurban (Udhiyah)

(Fasal) menjelaskan hukum-hukum kurban.

Al udhiyah, dengan membaca dlammah huruf hamzahnya menurut pendapat yang paling masyhur, yaitu nama binatang ternak yang disembelih pada hari Raya Kurban dan hari At Tasyriq karena untuk mendekatkan diri pada Allah Swt.

Hukum Kurban

Al udhiyah hukumnya adalah sunnah kifayah mu’akadah.

Sehingga, ketika salah satu dari penghuni suatu rumah telah adalah yang melaksanakannya, maka sudah mencukupi dari semuanya.

Al udhiyah tidak bisa wajib kecuali dengan nadzar.

Binatang Kurban

Yang bisa mencukupi di dalam Al udhiyah adalah kambing domba yang berusia satu tahun dan menginjak dua tahun.

Dan kambing kacang yang berusia dua tahun dan menginjak tiga tahun.

Dan onta ats tsaniyah yang berusia lima tahun dan memasuki usia enam tahun.

Dan sapi ats tsaniyah yang berusia dua tahun dan memasuki usia tiga tahun.

Satu Hewan untuk Berapa Orang

Satu ekor onta cukup digunakan kurban untuk tujuh orang yang bersama-sama melakukan kurban dengan satu onta.

Begitu juga satu ekor sapi cukup digunakan kurban untuk tujuh orang.

Satu ekor kambing hanya cukup digunakan kurban untuk satu orang. Dan satu ekor kambing lebih afdlal daripada bersama-sama dengan orang lain melakukan kurban dengan onta.

Kurban yang paling utama adalah onta, kemudian sapi lalu kambing.

Binatang Yang Tidak Sah

Ada empat binatang, dalam sebagian redaksi menggunakan bahasa, “arba’atun” yang tidak mencukupi untuk dijadikan kurban.

Salah satunya adalah binatang yang buta satu matanya yang nampak jelas, walaupun bulatan matanya masih utuh menurut pendapat al ashah.

Yang kedua adalah binatang pincang yang nampak jelas pincangnya, walaupun pincang tersebut terjadi saat menidurkan miring binatang itu karena untuk disembelih saat prosesi kurban sebab gerakan binatang tersebut.

Yang ketiga adalah binatang sakit yang nampak jelas sakitnya.

Dan tidak masalah jika hal-hal ini hanya sedikit saja.

Yang ke empat adalah binatang al ‘ajfa’, yaitu binatang yang hilang bagian otaknya sebab terlalu kurus.

Sudah dianggap cukup berkurban dengan binatang yang dikebiri, maksudnya binatang yang dipotong dua pelirnya, dan binatang yang pecah tanduknya jika memang tidak berpengaruh apa-apa pada dagingnya.

Begitu juga mencukupi berkurban dengan binatang yang tidak memiliki tanduk, dan binatang seperti ini disebut dengan al jalja’.

Tidak mencukupi berkurban dengan binatang yang terpotong seluruh telinganya, sebagiannya atau terlahir tanpa telinga.

Dan tidak mencukupi binatang yang terpotong seluruh atau sebagian ekornya.

Waktu Pelaksanaan Kurban

Waktu penyembelihan kurban dimulai dari waktunya sholat Hari Raya, maksudnya Hari Raya Kurban.

Ungkapan kitab ar Raudlah dan kitab asalnya, “waktu pelaksanaan kurban masuk ketika terbitnya matahari Hari Raya Kurban dan telah melewati kira-kira waktu yang cukup untuk melaksanakan sholat dua rakaat dan dua khutbah yang dilakukan agak cepat.” Ungkapan kitab ar Raudlah dan kitab asalnya telah selesai.

Waktu penyembelihan binatang kurban tetap ada hingga terbenamnya matahari di akhir hari at Tasyriq. Hari at Tasyriq adalah tiga hari yang bersambung setelahnya tanggal sepuluh Dzil Hijjah.

Kesunnahan Kurban

Disunnahkan melakukan lima perkara saat pelaksanaan kurban,

Salah satunya adalah membaca basmalah. Maka orang yang menyembelih sunnah mengucapkan, “bismillah”. Dan yang paling sempurna adalah, “bismillahirahmanirrahim.”

Dan seandainya orang yang menyembelih tidak mengucapkan basmalah, maka binatang kurban yang disembelih hukumnya halal.

Yang kedua adalah membaca shalawat kepada baginda Nabi Saw.

Dimakruhkan mengumpulkan diantara nama Allah dan nama Rasul-Nya.

Yang ketiga adalah menghadapkan binatang kurbannya ke arah kiblat.

Maksudnya, orang yang menyembelih menghadapkan leher binatang yang disembelih kearah kiblat. Dan ia sendiri juga menghadap kiblat.

Ke empat adalah membaca takbir tiga kali, maksudnya sebelum atau setelah membaca basmalah, sebagaimana yang dijelaskan oleh imam al Mawardi.

Yang ke lima adalah berdoa semoga diterima oleh Allah Swt.

Maka orang yang menyembelih berkata, “ya Allah, ini adalah dari Engkau dan untuk Engkau, maka sudilah Engkau menerimanya.” Maksudnya, “binatang kurban ini adalah nikmat dari-Mu untukku, dan aku mendekatkan diri pada-Mu dengan binatang kurban ini, maka terimalah binatang kurban ini dariku.”

Memakan Daging Kurban

Orang yang melaksanakan kurban tidak diperkenankan memakan apapun dari kurban yang dinadzari.

Bahkan bagi dia wajib mensedekahkan semua dagingnya.

Kemudian, seandainya ia menunda untuk mensedekahkannya hingga rusak, maka wajib baginya untuk mengganti.

Ia diperkenankan memakan sepertiga dari binatang kurban yang sunnah menurut pendapat al Jadid.

Sedangkan untuk dua sepertiganya, maka ada yang mengatakan harus disedekahkan, dan ini diunggulkan oleh imam an Nawawi di dalam kitab Tashhih at Tanbih.

Dan ada yang mengatakan, bahwa ia menghadiahkan sepertiga dari dagingnya kepada kaum muslimin yang kaya dan mensedekahkan sepertiganya kepada kaum faqir.

Di dalam kitab ar Raudlah dan kitab asalnya, imam an Nawawi tidak mengunggulkan salah satu dari dua pendapat ini.

Menjual Daging Kurban

Tidak boleh menjual, maksudnya bagi orang yang melaksanakan kurban diharamkan untuk menjual bagian dari binatang kurbannya, maksudnya dari daging, bulu atau kulitnya.

Begitu juga haram menjadikan bagian dari binatang kurban sebagai ongkos untuk pejagal, walaupun berupa binatang kurban yang sunnah.

Wajib memberi makan bagian dari binatang kurban yang sunnah kepada kaum faqir dan kaum miskin.

Yang paling utama adalah mensedekahkan semuanya kecuali satu atau beberapa cuil daging yang dimakan oleh orang yang melakukan kurban untuk mengharapkan berkah. Karena sesungguhnya hal itu disunnahkan baginya.

Ketika ia memakan sebagian dan mensedekahkan yang lainnya, maka ia telah mendapatkan pahala berkurban semuanya dan pahala sedekah sebagiannya saja.

Selasa, 13 Juli 2021

USTADZ ARRAZY HASYIM

Pesan Ustadz Dr. Arrazy Hasyim, Lc., M.A. di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan : 

Tidak Terjadi Kiamat sampai Waktu Terasa Dekat. Setahun Terasa Sebulan. Sebulan Terasa Seminggu. Seminggu Terasa Sehari. 

Ketika dulu belum ada Youtube, belum ada FB, belum ada IG, belum ada Alat yang Canggih itu Orang Dulu Hidup Terasa Lama, tapi Sekarang Terasa Cepat. 

Waktu Cepat sekali Berkembang, tahu-tahu kita Sudah Beruban, tahu-tahu kita Sudah Menikah. Benarlah kata Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bahwa inilah Pertandanya. 

Waktu Terasa Cepat, tapi Orang Jarang yang Mengejar Amal. Jangan kita Beramal kecuali kita sertakan Qalbu kita. Jangan kita Berdo'a kecuali kita hadapkan Qalbu kita kepada Allaah. 

Karakter Qalbu itu ada : 
1. Qalbu yang Patuh kepada Allaah. 
2. Qalbu yang Membangkang kepada 
     Allaah. 

Banyak Orang Beramal Tidak Menyertakan Qalbunya. Orang yang Ibadahnya Sedikit, tapi Menyertakan Qalbunya itu Lebih Utama daripada Orang yang Tidak Menyertakan Qalbunya. 

Banyak Kematian disebabkan Pembunuhan. Ketika Waktu Terasa Cepat dan Amal Berkurang, maka Banyak Terjadi Kematian. 

Konspirasi jika Tidak Shahih akan Meracuni Pemikiran. Kalau Tidak Benar akan Su'udzan. Kepada Para Da'i siapapun dengan Hati yang Jernih, dengan Kerendahan Hati jangan sampaikan Bahan yang Masih Bersifat Opini, jangan kemudian di Khutbah kan. 

Di Akhir Zaman ketika Banyak 'Ulama Meninggal itu Orang-Orang Banyak Mengambil Ilmu dari Orang yang Tidak Mengerti Ilmu dan akhirnya dimintakan Fatwa yang Sesat lagi Menyesatkan. 

Ini Zaman adalah Zaman yang Sederhana akan Kembali ke Masa Dulu dan Sekarang Sudah Global menjadi Masalah Semua Negara. 

Bersabarlah kamu sampai Bertemu aku di Telagaku kata Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam, tapi kita Gak Mau Bersabar dan Banyak Beropini tapi Isinya Cacian. 

Rukun Iman kita yang Kelima Percaya kepada Hari Akhir. Ada Tanda-Tanda Kiamat Kecil, dan ada Tanda-Tanda setelah Kiamat Kecil, baru Setelah itu Tanda-Tanda Kiamat Besar. 

Tanda-Tanda Kiamat Kecil dengan diutusnya Baginda Nabi, Wafatnya Beliau, Terjadinya Pembunuhan terhadap Ahlul Bait Beliau, Terjadinya Huru Hara di Berbagai Negeri Arab. 

Ada 10 Tanda Besar Sebelum Kiamat Terjadi. Lalu kita berada di mana? Ini bukan untuk Menakut-nakuti tapi untuk Memberikan Peringatan agar kita Tertata dan Tidak Terjebak pada Halu atau Cocoklogi. 

Kita Berterima Kasih kepada Para Da'i yang Mengingatkan tentang Akhir Zaman, cuma apabila Kajian ini Tidak Ada Arahnya dan Tidak Mengikuti Kaedah-Kaedah Ahlu Sunnah, yang Terjadi nanti Cocoklogi, Ketidaksabaran, lalu kemudian sangat mudah diracuni untuk Terjebak kepada Hal-Hal yang justru Menambah Kekacauan, akan Banyak Orang yang Tidak Sabar dengan Kejadian Masa ini. 

Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam Menyebutkan Banyak sekali, dan kita Berada di Akhir Pertengahan, dan ini bukan Pendapat saya Pribadi, tapi Pendapat Banyak 'Ulama, salah satunya Al Habib Abu Bakar Al-Adni, begitu juga Al Habib Umar bin Hafidz, begitu juga Masyaikh-Masyaikh kita di Negeri ini ataupun di Timur Tengah Banyak yang Mengatakan ini. 

Apa Tandanya? Tandanya ada Kejadian yang Sifatnya Global dan Mengguncang Dunia. Ini adalah Tanda-Tanda Awal Kemunculan Dajjal, dan Hidayahnya Mahdi, maka kita Tidak Putus Asa juga, kita ada Harapan. 

Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa akan Mengutus Imam Mahdi Setelah Bumi dipenuhi dengan Kedzaliman-Kedzaliman. 

Coba Renungkan. Kita Tidak Usah Benci Satu Negara, kemudian juga Tidak Usah Menuduh Satu Negara, coba lihat Negara-Negara yang Menyebut Dirinya Adi Daya ternyata Hutangnya Paling Banyak meski Banyak Mengutangi yang lain. 

Karena Teori Konspirasi Banyak Asumsinya, maka kita Harus Menghindarinya dan Mencari Jejak-Jejak Hidayah Nur Imam Mahdi. 

Apabila ini adalah Masa Kedzaliman yang Merata di Muka Bumi, maka Kabar Buruknya ini Kekacauan yang disebabkan oleh Dajjal. Dajjal adalah Sosok Pembohong yang Benarnya adalah Salah, Salahnya adalah Benar. 

Ada Kemunculan Imam Mahdi, yaitu Orang yang diberi Hidayah Allaah. Apakah ada Negara yang Tidak Terdampak Virus Corona ini? Tidak Ada. 

Inilah Masa ketika Dunia ini diliputi Kedzaliman Global yang di sana ada Ketidakpastian sehingga Setahun Setengah ini sehingga Semua Rumah Ibadah ditutup. 

Teman-Teman mari Berpikir Jernih karena Dajjal adalah Musuh Bersama. Dia akan Mengklaim dia adalah Tuhan. Kabar Buruknya kita ada di Akhir Tanda-Tanda Akhir Pertengahan Zaman. 

Banyak Ilmu yang harus dipelajari termasuk tentang Imam Mahdi sehingga kita Tidak Sibuk Membahas di mana Imam Mahdi. 

Maka Jangan Tergesa-Gesa jika ada Orang Mengalami Mimpi Rohani selama dia Tidak Mengaku Imam Mahdi, maka Bersabarlah. Banyak Orang yang Tidak Sabar. 

Ada beberapa Kaedah ketika Mempelajari tentang Akhir Zaman : 

1  Tidak Menggunakan Dalil kecuali Dalil 
     dari Al-Qur'an maupun dari Sunnah 
     yang Shahih. 

Apabila ada Kajian Akhir Zaman Menggunakan Hadits yang Tidak Shahih, maka akan Memunculkan Perdebatan yang Luar Biasa. 

2. Kajian Akhir Zaman, Hadits-Hadits 
     Akhir Zaman Harus Sesuai Ushul 
     Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. 

Kaedah-Kaedah ini sudah diwariskan oleh 'Ulama kita Turun-Termurun dari Zaman ke Zaman dijaga dengan Sanad yang Shahih sehingga kita Tidak Terjebak kepada apa yang disebut Cocoklogi yang Tidak Sesuai Tempatnya, maka kita Harus Menghindarkan Cocoklogi. 

3. Sabar dalam Membahasnya, jangan 
     kemudian Terburu-Buru untuk 
     Mengklaim, untuk Menyebutkan, untuk 
     Memahami, apalagi Menyimpulkan, 
     apalagi kemudian Mengklaim inilah 
     yang Paling Benar. 

Bukankah kita Sudah Sangat Trauma Tahun Lalu ketika ada Hadits yang Sangat Dhaif yang Lemah sekali Mengenai Penentuan Dukhan. Dukhan itu Asap yang Merata di Bumi di Pertengahan Ramadhan. 

Teman-Teman coba lihat apakah Terjadi? Sudah Dua Ramadhan Tidak Terjadi. Kenapa? Seandainya pun kita Menggunakan Riwayat itu Syaratnya Belum Cukup, tapi Masalahnya Riwayat tadi Bermasalah. 

Hadits Dukhan ada, Ayat Dukhan ada itu berkaitan dengan Kiamat, adapun Dukhan yang Terjadi di Akhir Zaman kita Tidak Tahu Kapan Terjadinya. Ini mirip-mirip dengan Ilmu Intelejen. Ini Pasti Terjadi namun Tidak Tahu Kapan Terjadinya. 

Maka Jangan Terburu-Buru, Jangan Menakut-Nakuti Ummat, Jangan Beropini Sebelum itu Jelas Secara Ilmu. Jangan kemudian kita termasuk kepada Sabda Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam, lalu kemudian mereka Berfatwa, Berceramah, lalu mereka Sesat, dan Menyesatkan Semua Orang Keliru. 

Kita sudah lihat betapa Paniknya Orang di Tahun yang lalu, kita mau Ulang Kembali? Tentu Tidak. Tipsnya tadi Teman-Teman Dalilnya harus Shahih, kemudian Tidak Melakukan Cocoklogi, tapi harus Sesuai dengan Kaedah-Kaedah Ushul Aqidah, Ushul Hadits, Ushul Fiqih, Sabar dalam Membahasnya. Inilah yang dilakukan dengan Baik oleh Al Habib Abu Bakar Al-Adni. Kita Bisa Meniru dan Mengambil Pelajaran apa yang Beliau Katakan. 

Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam Mengatakan jika kamu Mendengar Dajjal, maka Larilah ke Gunung-Gunung karena Tidak Semua Orang Selamat ketika Bertemu Dajjal. 

Siapapun yang Merasa Dirinya Beriman bahkan Sekelas Kyai sekalipun jika Bertemu Dajjal Orang Sakti sekalipun, Orang Punya Keramat sekalipun jika Ketemu dengan Dajjal dia akan Tunduk, maka kita Harus Mengenal siapakah Pengikut-Pengikut Dajjal. 

Dengan kita Mengetahui ini Harapan kita tahu ke Arah mana kita Bergerak, Hadits mana yang kita ambil. Semoga kita Terhindar dari Ketergelinciran, Terhindar dari Kesesatan.

Kamis, 08 Juli 2021

DZULHIJJAH 1442 H

DZULHIJJAH 1442 H
__________________^^^
Sabtu/10 Juli 2021 hari terakhir untuk bercukur dan memotong kuku bagi yang berniat berkurban.

1 Dzulhijjah = Ahad/11 Juli 2021
2 Dzulhijjah = Senin/12 Juli 2021
3 Dzulhijjah = Selasa/13 Juli 2021
4 Dzulhijjah = Rabu/14 Juli 2021
5 Dzulhijjah = Kamis/15 Juli 2021
6 Dzulhijjah = Jum'at/16 Juli 2021
7 Dzulhijjah = Sabtu/17 Juli 2021
8 Dzulhijjah = Ahad/18 Juli 2021
9 Dzulhijjah = Senin/19 Juli 2021

_*HARAM PUASA :*_

10 Dzulhijjah = 20 Juli 2021
11 Dzulhijjah = 21 Juli 2021
12 Dzulhijjah = 22 Juli 2021
13 Dzulhijjah = 23 Juli 2021

*NB :*
*Tanggal  11 - 19 Juli 2021 disunnahkan puasa dan perbanyak amal shaleh 
kerana pahalanya akan dilipat gandakan.

*Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah = 18 Juli 2021
*Puasa Arafah 9 Dzulhijjah = 19 Juli  2021

 *Idul Adha 10 Dzulhijjah = 20 Juli 2021(lebaran) 

*Tanggal  21, 22 dan 23 Juli 2021/11, 12 dan 13 Dzulhijjah 1442 adalah hari TASYRIK = HARAM PUASA