Ayo Dakwah bersama bergembiralah
menyambut masuknya bulan Rojab dengan mengucapkan "Marhaban Yaa Syahro
Rojab"
Letakan Foto Anda dengan Klik :
https://www.twibbonize.com/marhabanrojab
https://www.twibbonize.com/syahrorojab
https://www.twibbonize.com/bulanrojab
mulai Jum’at malam Sabtu, 1 Rojab 1442 H / 13
Februari 2021
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ
الرَّحِيْمِ
AMALAN DAN ZIKIR DI BULAN RAJAB
- Doa Bulan
Rojab (dibaca selama bulan Rojab)
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ
رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَان
- Niat Puasa
di Bulan Rojab (tidak ditentukan harinya)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ
رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Saya
niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena ALLAH
- Doa dibaca
Pagi dan Sore di Bulan Rojab (70 x)
رب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ
وَتُبْ عَلَيّ
- Istighfar
dibaca antara waktu Dzuhur dan Ashar (70x)
اَسْـتَغْفِرُ الله َ الْعَظِيْمَ
الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ
عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ
حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا
- Tasbih
dibaca dari tanggal 1 – 10 Rojab (1 hari 100x)
سُـبْحَان الله الْحَيِّ
الْقَيُّوْمِ
- Tasbih
dibaca dari tanggal 11 – 20 Rojab (1 hari 100x)
سُـبْحَانَ الله ِ اْلأَحَدِ
الصَّمَدِ
- Tasbih
dibaca dari tanggal 21 – 30 Rojab (1 hari 100x)
سُـبْحَان الله الرَّؤُوْفِ
- Sayyidul
Istighfar dibaca pagi dan sore (3x)
اَللَّهُم َّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ
إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ
وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ
لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ
يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت
Semoga Bermanfaat
copy2021@irsyaadulfataa555@gmail.com
1 ROJAB 1442 H / 13 FEBRUARI 2021
1 Rajab 1442
H Jatuh Sabtu, 13 Februari 2021, Berikut Niat Puasa Rajab Doa Keutamaan Amalan
Dianjurkan
Bulan Rajab
adalah bulan ketujuh dalam perhitungan kalender hijriyah serta penanggalan yang
digunakan oleh umat Islam di dunia.Bagi umat Islam, bulan Rajab merupakan bulan
yang mulia selain bulan Ramadhan. Puasa Rajab tahun 2021 bisa ditunaikan mulai Sabtu,
13 Februari 2021
Dalam sebuah
hadits disebutkan, pahala satu hari puasa sama dengan sebulan puasa, tujuh hari
puasa akan ditutupkan pintu neraka, delan hari puasa akan dibukakan pintu
surga, dan 10 hari puasa akan diijabah keinginannya. Dengan begitu, puasa Rajab
dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Menurut para ulama, puasa Rajab
lebih diutamakan selama 10 hari mulai dari 1 Rajab hingga 10 Rajab atau 8
hingga 22 Februari 2021.
Berikut ini
niat puasa bulan Rajab :
“Nawaitu
sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta'alaa”
Nabi juga
menganjurkan untuk berpuasa pada bulan haram (bulan mulia) sebagaimana diriwayatkan
dari Mujibah al-Bahukuyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan
haran," Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad.
Usamah pernah
berkata pada Nabi Muhammad SAW,
"Wahai
Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul
lakukan dalam bulan Sya'ban," Rasul menjawab: "Bulan Sya'ban adalah
bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang,"
(Riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Huzaimah).
Keutamaan
berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis Muslim yang hukumnya
sahih. Bahkan berpuasa dalam bulan mulia disebut Rasulullah sebagai puasa yang
paling utama setelah puasa Ramadhan.
Keutamaan dan
Hukum Puasa Rajab Serta 4 Amalan Bulan Rajab
Allah SWT
berfirman :
Artinya : Sesungguhnya
bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di
waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah
(ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam
bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana
merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah : 36)
Di antara dua
belas bulan tersebut terdapat bulan-bulan istimewa menurut Allah yang disebut
sebagai bulan-bulan haram. Bulan istimewa tersebut berjumlah empat, dan
nama-namanya telah dijelaskan di dalam sabda Nabi berikut :
“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak
Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di
antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu
Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang
terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim
no. 1679)
Hadits
tentang puasa Rajab
Ibnu Rajab
rahimahullah berkata, “Hadits yang menunjukkan keutamaan puasa Rajab secara
khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para
sahabatnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 213).
Ibnu Rajab
menjelaskan pula, “Sebagian salaf berpuasa pada bulan haram seluruhnya (bukan
hanya pada bulan Rajab saja, pen). Sebagaimana hal ini dilakukan oleh Ibnu
‘Umar, Al Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq As Sabi’iy. Ats Tsauri berkata, “Bulan
haram sangat kusuka berpuasa di dalamnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 214).
Ibnu Rajab
kembali berkata, “Tidak dimakruhkan jika seseorang berpuasa Rajab namun
disertai dengan puasa sunnah pada bulan lainnya.
Demikian
pendapat sebagian ulama Hambali. Seperti misalnya ia berpuasa Rajab disertai
pula dengan puasa pada bulan haram lainnya.
Atau bisa
pula dia berpuasa Rajab disertai dengan puasa pada bulan Sya’ban. Sebagaimana
telah disebutkan bahwa Ibnu ‘Umar dan ulama lainnya berpuasa pada bulan haram
(bukan hanya bulan Rajab saja).
Ditegaskan
pula oleh Imam Ahmad bahwa siapa yang berpuasa penuh pada bulan Rajab, maka
saja ia telah melakukan puasa dahr yang terlarang (yaitu berpuasa setahun
penuh).” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 215).
Ibnul Qayyim
rahimahullah berkata, “Setiap hadits yang membicarakan puasa Rajab dan shalat
pada sebagian malam (seperti shalat setelah Maghrib pada malam-malam pertama
bulan Rajab, pen), itu berdasarkan hadits dusta.” (Al Manar Al Munif, hal. 49).
Penulis Fiqh
Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata, “Adapun puasa Rajab, maka ia
tidak memiliki keutamaan dari bulan haram yang lain.
Tidak ada
hadits shahih yang menyebutkan keutamaan puasa Rajab secara khusus. Jika pun
ada, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan dalil pendukung.” (Fiqh Sunnah,
1: 401).
Sebagaimana
dinukil oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah (1: 401), Ibnu Hajar Al Asqolani
berkata, “Tidak ada dalil yang menunjukkan keutamaan puasa di bulan Rajab atau
menjelaskan puasa tertentu di bulan tersebut.
Begitu pula
tidak ada dalil yang menganjurkan shalat malam secara khusus pada bulan Rajab.
Artinya, tidak ada dalil shahih yang bisa jadi pendukung.”
Syaikh Sholih
Al Munajjid hafizhohullah berkata, “Adapun mengkhususkan puasa pada bulan
Rajab, maka tidak ada hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya atau
menunjukkan anjuran puasa saat bulan Rajab.
Yang
dikerjakan oleh sebagian orang dengan mengkhususkan sebagian hari di bulan
Rajab untuk puasa dengan keyakinan bahwa puasa saat itu memiliki keutamaan dari
yang lainnya, maka tidak ada dalil yang mendukung hal tersebut.” (Fatwa Al
Islam Sual wal Jawab no. 75394)
Puasa Hari
Tertentu dari Bulan Rajab
Komisi Fatwa
Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya, “Diketahui bahwa di bulan Rajab
dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Apakah puasa tersebut dilakukan di
awal, di tengah ataukah di akhir.”
Jawaban dari
para ulama yang duduk di komisi tersebut, “Yang tepat, tidaklah ada hadits yang
membicarakan puasa khusus di bulan Rajab selain hadits yang dikeluarkan oleh An
Nasa-i dan Abu Daud, hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari hadits
Usamah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah pernah melihatmu berpuasa
yang lebih bersemangat dari bulan Sya’ban.”
Beliau
bersabda, “Bulan Sya’ban adalah waktu saat manusia itu lalai, bulan tersebut
terletak antara Rajab dan Ramadhan. Bulan Sya’ban adalah saat amalan diangkat
pada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karenanya, aku suka amalanku diangkat
sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Ahmad 5: 201, An Nasai dalam Al
Mujtaba 4: 201, Ibnu Abi Syaibah (3: 103), Abu Ya’la, Ibnu Zanjawaih, Ibnu Abi
‘Ashim, Al Barudi, Sa’id bin Manshur sebagaimana disebutkan dalam Kanzul ‘Amal
8: 655).
Yang ada
hanyalah hadits yang sifatnya umum yang memotivasi untuk melakukan puasa tiga
setiap bulannya dan juga dorongan untuk melakukan puasa pada ayyamul bidh yaitu
13, 14, 15 dari bulan hijriyah.
Juga dalil
yang ada sifatnya umum yang berisi motivasi untuk melakukan puasa pada bulan
haram (Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab).
Begitu pula
ada anjuran puasa pada hari Senin dan Kamis.
Puasa Rajab
masuk dalam keumuman anjuran puasa tadi. Jika ingin melakukan puasa di bulan
Rajab, maka pilihlah hari-hari ayyamul bidh atau puasa Senin-Kamis.
Tidak ada
amalan khusus di bulan Rajab yang termasuk bulan haram ini, namun ibadah yang
rutin dilakukan bisa lebih baik lagi, antara lain :
1.Shalat
Fardhu.
Usahakan
shalat fardhu berjamaah terus di masjid. Jika sebelumnya sudah terjaga dengan
baik, maka usahakan bisa berada di shaf pertama.
Jika sudah
terbiasa di shaf pertama, maka usahakan bisa mendapatkan takbiratul ihram dari
imam. Demikian semakin meningkat dan meningkat.
2.Shalat
Sunnah.
Usahakan
menjaga shalat tahajud dengan witirnya di malam hari.
Jika sudah
terjaga, rutinkan shalat sunnah rawatib baik qobliyah maupun ba’diyahnya.
Jika sudah
terjaga, maka tambahi dengan shalat dhuha. Demikian seeterusnya.
3.Bacaan Al
Quran.
Al Quran
adalah sarana mendulang pahala yang mudah.
Perbanyaklah
membaca Al Quran di bulan haram ini melebihi bacaan Al Quran di bulan
sebelumnya.
Ingat hadits,
bahwa kedudukan kita di surga adalah di ayat terakhir yang kita baca.
Semakin
banyak ayat yang kita baca, semikin tinggi kedudukan kita di surga dan semakin
jauh kita dari jurang api neraka.
4.Sadaqah.
Selain amalan
yang berkaitan hubungan kita dengan Allah, ada amalan yang berkaitan dengan
hubungan kita kepada sesama.
Dan justru
jika mau menghitung dengan seksama, malah amalan yang berhubungan dengan sesama
itu mendominasi ajaran Islam kita.
Keseharian
kita jika diperhatikan sangat banyak berinteraksi dengan sesama.
Maka peluang
beramal shalih yang berkaitan dengan hablun minannas (hubungan dengan sesama)
lebih banyak.
Sadaqah
adalah amal shalih yang hendaknya bisa ditingkatkan di bulan haram ini.
Tambahi
kuantitasnya dan kualitasnya. Sadaqah hendaknya menjadi budaya kita sebagai
bekal akhirat .
Ingatlah
penyesalan orang fasik di akhiratnya, yaitu mereka minta dikembalikan ke dunia
supaya bisa bersadaqah. Mereka melihat betapa agung pahala sadaqah.
Allâh Azza wa
Jalla berfirman :
(artinya) “Dan
belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang
kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku,
mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang
menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh.”
[al-Munâfiqûn/63:10]
Wallaahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar