Senin, 06 September 2021


AL ISTIGHNAA WAL IFTIQOOR

اِسْتِغْنَاءُالْإِلَهِ عَنْ كُلِّ مَاسِوَاهُ وَافْتِقَارُ كُلِّ مَاعَدَاهُ إِلَيْهِ

Sifat Ma'nawiyah, Istighna, IfthikorAdapun hakikat sifat ma’nawiyah itu: hiyal halul wajibatu lidzati madaamatilidzati mu’allalati bi’illati, artinya hal yang wajib bagi dzat selama ada dzatitu dikarenakan suatu karena yaitu Ma’ani, umpama berdiri sifat Qudrat padadzat maka baru dinamakan dzat itu

 

Qadirun, artinya Yang Kuasa,

Qudrat sifat Ma’ani,

Qadirun sifat Ma’nawiah,

 

Maka berlazim-lazim antar sifatMa’ani dengan sifat Ma’nawiah, tiada boleh bercerai yaitu tujuh sifat pula :

 

1. QADIRUN, artinya Yang Kuasa,melazimkan Qudrat berdiri pada dzat

2. MURIIDUN, artinya Yang Menentukanmaka melazimkan Iradat yang berdiri pada dzat

3. ‘ALIMUN, artinya Yang Mengetahuimaka melazimkan ‘Ilmu yang berdiri pada dzat

4. HAYYUN, artinya Yang Hidupmelazimkan Hayyat yang berdiri pada dzat

5. SAMI’UN, artinya Yang Mendengarmelazimkan Sami’ yang berdiri pada dzat

6. BASIRUN, artinya Yang Melihatmelazimkan Basir yang berdiri pada dzat

7. MUTTAKALLIMUN, artinya YangBerkata-kata melazimkan Kalam yang berdiri pada dzat.

 

Sifat Istighna Artinya sifat Kaya,Hakikat sifat Istighna: mustaghniyun ’angkullu maa siwahu, artinya Kaya AllahTa’ala itu daripada tiap-tiap yang lain. Apabila dikatakan Kaya Allah Ta’aladaripada tiap-tiap yang lain, maka wajib bagi-Nya bersifat dengan sebelas (11)sifat, jikalau kurang salah satu daripada sebelas (11) sifat itu maka tiadalahdapat dikatakan Kaya Allah Ta’ala daripada tiap-tiap yang lainnya.

 

Adapun sifat wajib yang 11 itu ialah:

 

1. Wujud,

2. Qidam,

3. Baqa’,

4. Mukhalafatuhu lil khawaditsi,

5. Kiyamuhubinafsihi,

6. Sami’,

7. Basir,

8. Kalam,

9. Sami’un, Basirun danMuttakalimun.

 

Selain sebelas (11) sifat yang wajibitu ada tiga (3) sifat yang harus (Jaiz) yang termasuk pada sifat Istighnayaitu ;

 

1. Mahasuci dari pada mengambilfaedah pada perbuatan-Nya atau pada hukum-Nya, lawannya mengambil faedah, yaitumustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali karena jikalau mengambil faedahtiadalah Kaya Ia daripada tiap-tiap yang lainnya karena lazim diwaktu ituberkehendak Ia pada menghasilkan hajat-Nya

2. Tiada wajib Ia menjadikan alamini. Lawannya wajib yaitu mustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali karenajikalau wajib Ia menjadikan alam ini tiadalah Ia Kaya daripada tiap-tiap yanglainnya, karena lazim diwaktu itu berkehendak Ia kepada yang menyempurnakan-Nya

 

3. Tiada memberi bekas suatudaripada kainat-Nya dengan kuatnya. Lawannya memberi bekas yaitu mustahil tiadaditerima oleh aqal sekali-kali karena jikalau memberi sesuatu daripada kainat-Nyadengan kuatnya tiadalah Kaya Ia pada tiap-tiap yang lainnya, karena lazimdiwaktu itu berkehendak Ia mengadakan sesuatu dengan wasitoh Sifat IfthikhorArtinya sifat berkehendak, hakikat sifat Ifthikhor : wamuftaqirun ilaihi kullu maa’adaahu,

 

artinya : berkehendak tiap-tiap yanglainnya kepada-Nya. Apabila dikatakan berkehendak tiap-tiap yang lainkepada-Nya maka wajib bagi-Nya bersifat dengan sembilan (9) sifat, jikalaukurang salah satu daripada sembilan (9) sifat ini maka tiadalah dapat berkehendaktiap-tiap yang lainya kepada-Nya, Adapun sifat wajib yang sembilan (9) ituadalah:

 

1. Qudrat

2. Iradat

3. Ilmu

4. Hayat

5. Qodirun

6. Muridun

7. ‘Alimun

8. Hayyun

9. Wahdaniah

 

Selain dari sembilan (9) sifat yangwajib itu ada dua (2) sifat yang harus termasuk pada sifat Ifthikhor:

 

1. Baharu sekalian alam ini.Lawannya Qodim yaitu mustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali karenajikalau alam ini Qodim tiadalah berkehendak tiap-tiap yang lainnya kepada-Nyakarena lajim ketika itu bersamaan derejat-Nya

 

2. Tiada memberi bekas sesuatudaripada kainatnya dengan tobi’at atau dzatnya. Lawannya memberi bekas yaitumustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali karena jikalau memberi bekassesuatu daripada kainat dengan tobi’at niscaya tiadalah berkehendak tiap-tiapyang lain kepada-Nya karena lajim ketika itu terkaya sesuatu daripadaNya.

 

Maka sekarang telah nyata pada kitabahwa duapuluh delapan (28) sifat Istighna dan duapuluh dua (22) sifat  Ifthikhar maka jumlahnya jadi limapuluh (50) ‘akaidyang terkandung didalam kalimah laa ilaha ilallaah, maka jadilah makna hakikatlaa ilaha ilallaah itu dua: laa mustaghniyun angkullu maasiwahu, artinya tiadayang kaya dari tiap-tiap yang lainnya dan wa muftaqirun ilaihi kullu ma’adahu,artinya dan berkehendak tiap-tiap yang lain kepadaNya. Ini makna yang pertamamaka daripada makna yang dua itu maka jadi empat (4):

 

1. Wajibal wujud, yaitu yang wajibadanya.

2. Ishiqoqul ibadah, yaitu yangmustahak bagi-Nya ibadah

3. Kholikul ‘alam, yaitu yangmenjadikan sekalian alam

4. Maghbudun bihaqqi, yaitu yangdisembah dengan sebenar-benarnya.

 

Ini makna yang kedua maka daripadamakna yang empat (4) itu jadi satu (1) yaitu:

Laa ilahailallaah, Laa ma’budun ilallah,

 

artinya tiada Tuhan yang disembahdengan sebenarnya melainkan Allah. Ini makna yang ketiga penghabisan makajadilah kalimah laa ilaha ilallaah itu menghimpun nafi dan isbatAdapun yang dinafikan itu sifat Istighna’ dan sifat Ifthikhorberdiri pada yang lain dengan mengatakan: laa ilaha dan diisbatkan sifat Istighna’dan sifat Ifthikhor itu berdiri pada dzat Allah Ta’ala dengan mengatakankalimah Ilallaah Laa = nafi, Ilaha = menafi, ila = isbatAllah = meng-isbat Yang keduakalimah laa ilaha ilallaah itu nafi mengandung isbat dan isbatmengandung nafi sepeti sabda nabi : laa yufarriqubainannafi wal-isbatiwamamfarroqu bainahumaa fahuwa kaafirun,

 

artinya Tiada bercerai antara nafidan isbat dan barang siapa menceraikan kafir. Seperti asap dengan api. Asap itubukan api dan asap itu tidak lain daripada api. Asap tetap asap dan api tetapapi: tetapi asap itu menunjukkan ada api inilah artinya nafi mengandung isbatdan isbat mengandung nafi. Tiada bercerai dan tiada bersekutu. AQAI’DUL IMANAdapun Aqa’idul Iman itu terdiri dari lima (5) bagian :

 

1. Aqa’idul Iman 50, yaitu denganringkas untuk mengesahkan iman kita dan wajib diketahui bagi tiap-tiap orangislam yang baligh lagi beraqal laki-laki atau perempuan yang mula hendakmengerjakan ibadah kepada Allah Ta’ala, jikalau tiada kita mengetahui Aqa’idulIman yang ringkas ini maka tiadalah syah ibadah kita kepada Allah Ta’ala yaitu20 sifat yang wajib dan 20 sifat yang mustahil dan 1 sifat yang harus makadijumlahkan jadi 41 dan 4 sifat yang wajib bagi rasul dn 4 sifat pula yangmustahil dan 1 sifat yang harus pada rasul maka jadi 9, maka dijumlahkan dengan41, jadi 50 Aqa’id

 

2. Aqa’idul Iman 60

 

3. Aqa’idul Iman 64

 

4. Aqa’idul Iman 66

 

5. Aqa’idul Iman 68

 

Adapun Aqa’idul Iman yang empat (4)kemudian ini untuk ma’rifat yaitu untuk membedakan dzat Allah Ta’ala dengandzat yang baharu, dan membedakan sifat Allah Ta’ala dengan sifat yang baharudan membedakan perbuatan Allah Ta’ala dengan perbuatan yang baharu, makakesemuanya itu benar, hanya perselisihannya pada Rukun Iman sahaja, setengahnyatiada dimasukkan Rukun Iman yang 4 perkara, maka jadi 60, setengahnyadimasukkan Rukun Iman tetapi tiada dimasukkan lawannya, maka jadi 64, dansetengahnya dimasukkan Rukun Iman yang 4 perkara dan lawannya , maka jadilah 68,dan yang 66 tiada masyhur sebab tiada dimasukkan satu (1) sifat yang wajib bagiRasul dan lawannya maka inilah sebab menjadi 66.

Maka baharulah jadi Syahadat itu dua(2) bahagi:

1. Syahadat Tauhid, yaituAshadu anllaa ilaha ilallah

2. Syahadat Rasul, yaitu Ashaduana muhammadarrasuulullaah

 

Adapun Fardhu Syahadat itu duaperkara:

 

1. Diikrarkan dua kalimah itu denganlidah

2. Ditasdiqkan makna itu kedalamhati.

 

Syarat Syahadat itu empat perkara:

 

1. Diketahui apa isi didalam duakalimah itu

2. Diikrarkan dua kalimah itu denganlidah

3. Ditasdiqkan maknanya itu kedalamhati

4. Diyakinkan sungguh-sungguhdidalam hati

 

Rukun Syahadat itu empat perkara:

1. Mengisbatkan dzat Allah Ta’aladzat yang wajibal wujud

2. Mengisbatkan sifat Allah Ta’alasifat yang kamalat atau sifat yang kesempurnaan

3. Mengisbatkan af’al Allah Ta’alamemberi bekas dan yang berlaku dalam alam ini semua perbuatannya

4. Mengisbatkan kebenaran Rasulullahdan Muhammad itu benar-benar pesuruh Allah

 

Kesempurnaan Syahadat itu empat (4)perkara:

1. Diketahui

2. Diikrarkan dengan lidah

3. Ditasdiqkan maknanya didalam hati

4. Diamalkan dari dalam hati hinggamelimpah keseluruh anggota

 

Yang Memabatalkan Syahadat itu empat(4) perkara:

1. Syak hatinya pada Allah Ta’ala

2. Menduakan Allah Ta’ala

3. Menyangkal dirinya dijadikan olehAllah Ta’ala

4. Tiada mengisbatkan dzat, sifatdan af’al Allah Ta’ala dan kebenaran Rasul

 

Adapun dzikir itu tiga (3) bahagian

1. Dzikir lidah yaitu: Laa ilahailallah

2. Dzikir hati yaitu: Allah

3. Dzikir sirr yaitu: Huwa

 

Adapun Laa ilaha ilallaah dzikirorang Syari’at Adapun Allah… Allah… dzikir orang Tarikat Adapun Huwa… Huwa…dzikir orang Hakikat Laa ilaha ilallaah itu makananJasmani, Allah… Allah… itu makanan Qalbu Huwa… Huwa… itu makanan Ruhani.

 

ALLAH Alif = Dzat Lam = Sifat Lam =Af’al Ha = Asma’ Adapun yang wajib bagi Ketuhanan itu bersifat dengan empatsifat:

1. Sifat Nafsiyah, yaitu Wujud

2. Sifat Salbiyah yaitu, Qidam,Baqa, Mukhalafatuhu lil khawaditsi, Qiyamuhu binafsihi dan Wahdaniat

 

3. Sifat Ma’ani, yaitu, Qudrat,Iradat, Ilmu, Hayat, Sami’, Bashir dan Kalam

 

4. Sifat Ma’nawiyah, yaitu Qadirun,Muridun, ‘Alimun, Hayyun, Sami’un, Bashirrun dan Muttaqalimuun.

 

Adapun sifat 20 terbangsa kepada 4bangsa.

 

1. Bnagsa Wujud – Sifat Ma’ani(kerana Maujud sifat kepada zat dan memberi bekas sifat kepada kejadian allam.

 

2. Bangsa Adum – Sifat Salbiah(Kerana tiada Maujud pada zhan dan pada kharij)

 

3. Bangsa Hal – Sifat Nafsiah (Kerana sifat Nafsiah adalah kenyataan Maujud)

 

4. Bangsa Iktibar – Sifat Ma’nawiyah( Nama bagi zat yang wajibul wujud sekelian alam dan nyatanya sifat 20.

 

Adapun Martabat Sifat 20 terbahagikepada 3

 

1. Martabat Zat – Sifat Nafsiah danSalbiah – Kerana sifat ini kenyataan kepada zat yang mana hanya Allah Sahajayang mengetahui.

 

2. Martabat Sifat – Sifat Ma’ani –Tiada maujid sifat kepada zat dan memberi bekas sifat pada kejadian allam.

 

3. Martabat I’sma – Sifat Ma’nawiah– Nama bagi zat yang wajib wujud.

 

Terhimpun 20 sifat itu dalam KalimahSyahadah “Laa Ilaaha illallah”

 

1. La – 5 Sifatnya – Wujud, Qidam,Baqa, Mukhalafatuhu lil khawaditsi, Qiyamuhu binafsihi (Yang mana sifat2 iniwujud hingga kiamat dan ianya dinamakan kalimah tauhid)

 

2. Illaa – 6 Sifatnya - Sami’,Bashir, Kalam Sami’un, Bashirrun dan Muttaqalimuun ( Kerana sifatt ini adalahsifat KAYA)

 

3. Ha’ila – 4 Sifatnya - Qadirun,Muridun, ‘Alimun, Hayyun ( Kerana Melazimi bagi sifat Maani )

 

4. Allah – 5 Sifatnya – Wahdaniat,Qudrat, Iradat, Ilmu dan Hayat ( Kerana dengan sifat ini Zahir segala sifat)

 

1. La Tauhid Zat kenyataan bagiAllah Kediamannya Rahsia

2. Illa Tauhid Sifat kenyataan bagiMuhammad kediamnya Nyawa

3. Ha’ila Tauhid Isma kenyataan bagiRoh kediamnya pada Hati

 

4. Allah Tauhid A’ffal kenyataanbagi Adam kediamnya pada Tubuh.

 

 BERSAMBUNG.....


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar