Kamis, 30 Mei 2024

KH. CHUDLORI GHOZALI - PENDIRI PONPES ASPIR KALIWUNGU KENDAL JAWA TENGAH

KH. CHUDLORI GHOZALI


Mengenang seraya terus Mendoakan Beliau Pendiri Pondok Pesantren 
Asrama Pelajar Islam Roudlotut Tholibien (ASPIR) 
Kp. Pandean - Kp. Pesantren Ds. Krajan Kulon Kec. Kaliwungu 
Kab. Kendal Jawa Tengah

1. Mengenal Sosok Beliau KH. CHUDLORI GHOZALI

Pendiri & Pengasuh Pertama Pondok-Pesantren "ROUDLOTUT THOLIBIN" (ASPIR), Kaliwungu - Kendal Jateng.


Beliau adalah Seorang Ulama yang Lahir Dan Berasal Dari Kabupaten Tegal tepatnya Desa Grobog Wetan Kecamatan Pangkah kab Tegal, 

Di Masa Remaja Beliau Menimba ilmu Agama Di Pondok Pesantren APIP Kaliwungu yang Di dirikan oleh seorang ulama Besar Kaliwungu yaitu Mbah Yai Asy'ari. Sampai kemudian Beliau di Nikahkan dengan " Nyai Suriyatun " yang masih Keturunan Ke-5 Dari Mbah Asy'ary sang Ulama Besar Pendiri Pondok Pesantren APIP. 

Perjalanan Panjang Hidup Beliau Begitu Luar Biasa dan Menginspirasi. Mulai Dari Cerita Ketika Mondoknya sampai Kemudian Mendirikan Pondok Pesantren Raudlotut Tholibin ( ASPIR ) dan Memiliki Ratusan Murid. 

Sampai Cerita Ketika Beliau Wafat Di Tanah Haram Madinah Al-Munawarah pada Tahun 2005 saat Beliau Melakukan ibadah Haji untuk kesekian Kalinya Bersama sang istri yaitu " Nyai Na'imah Daud " Dan kemudian Di Makamkan Di Pemakaman Baqi'e.








2. SEJARAH SINGKAT BERDIRI  PONDOK PESANTREN.

Pondok Pesantren Putra Putri Roudlotut Tholibin "ASPIR" berdiri di Kp. Pesantren  Kaliwungu  Kendal, pada tanggal, 26 Desember 1986 M. / 29 Sya’ban 1406 H. Oleh seorang ulama bernama KH. Khudlori Ghozali putra dari KH. Ghozali dan Ibu Hj. Aminah, yang berasal dari Des. Grobogwetan Kec. Pangkah Kab.  Tegal JawaTengah.






KH. Khudlori Ghozali adalah putra ke- 4 dari 9 bersaudara, pada saat umur 7 tahun beliau mulai menimba ilmu agama di Pon Pes Babakan Ciwaringin Cirebon dari tahun 1946 – 1947 M. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Pon Pes APIK  Kauman Kaliwungu Kendal dari tahun 1952 - 1955 dan berakhir di Pon Pes APIP Kampung Pesantren Kaliwungu Kendal, 

kemudian beliau menikah dengan Ibu Ny. Hj. Suriyatun (Alm), keturunan ke-5 dari KH. Asy’ ari  ( Ky. Guru ) Seorang Ulama besar dan Pendiri Masjid Besar Al - Muttaqin Kaliwungu Kendal, di kampung inilah KH. Khudlori Ghozali mendirikan Pondok Pesantren Putra Putri Roudlotut Tholibin "ASPIR". 

Pada tahun 1998 Ibu  Ny. Hj. Suriyatun dipanggil Allah SWT saat menunaikan ibadah haji bersama KH. Khudlori Ghozali.  Dan di sanalah Ibu Ny. Hj. Suriyatun dikebumikan, tepatnya dipemakaman Baqi’ Madinah.  

Dari perkawinan Abah KH. Khudlori Ghozali dengan Ibu Ny. Hj. Suriyatun sama sekali tidak mendapatkan keturunan. Tahun 1999 M, KH. Khudlori Ghozali menikah lagi dengan Ibu Ny. Hj. Nai'mah Al-Hafidhoh Binti KH. Dawud Hasyim dari Kaplongan Karang Ampel Indramayu. Dari perkawinan ini lahirlah putra dan putri beliau yang bernama Muhammad Agus Fawaid dan Syarifatus Shufiyah. 






 
Saat musim haji tiba pada tahun 2005 KH. Khudlori Ghozali bersama Ibu Ny. Hj Nai'mah Al-Hafidhoh menunaikan ibadah haji. Namun sebelum prosesi ibadah haji selesai KH. Khudlori Ghozali sowan kehadirat Allah SWT. Beliau juga dimakamkan di Baqi’ Madinah. Menurut sebagian Ulama Kaliwungu makam KH. Khudlori Ghozali tidak jauh dari Makam Ibu Ny. Hj. Suriyatun. 

KH. Khudlori Ghozali  wafat meninggalkan seorang putra bernama Muhammad Agus Fawaid pada usia 4 tahun dan seorang putri bernama Syarifatus Shufiyah pada usia 2 tahun. Karena belum siapnya keturunan beliau untuk meneruskan perjalanan Pon Pes, maka kepengasuhan Pon Pes diserahkan kepada  Ky. Shodikin Safari yang masih kerabat dari Ibu Ny. Hj. Suriyatun. Sedangkan untuk Ketua Yayasan sepenuhnya diserahkan kepada Ky. Saifudin Syafi'i  yang masih keponakan KH. Khudlori Ghozali. 

Bertepatan dengan haul KH. Khudlori Ghozali pada tahun 2007 Ibu Ny. Hj Nai'mah Al-Hafidhoh menikah lagi dengan Seorang Ulama : KH Ah. Muchsin Ghofur, putra dari KH. Abdul Ghofur dan Ny. Hj. Aminah. Beliau lahir di ds. Plumpung Rejo, Kandangan Pare Kediri Jawa Timur. 





3. SALAH SATU KISAH MENARIK DAN PESAN MENDALAM BELIAU KH. CHUDLORI GHOZALI

Ada satu kisah Menarik dari Abah Kyai Tasrifin Salim, Beliau termasuk Alumni ASPIR yang kini Mendirikan Juga Mengasuh Pondok Pesantrennya Sendiri yaitu PONDOK PESANTREN AL-ADALAH Tegal, 


Bahwa suatu ketika sebelum Beliau Tindak Haji Beliau Pernah Berpesan Kepada Seorang Santri Abdi Ndalem ;

 " Kang...Aku nitip openi Pondok yo...Nitip Santri-Santri,Nitip Bocah - Bocah.....,Aku Tak Nyusul Bu Nyai Suriyatun ....".

Nyai Suriyatun (istri Pertama Beliau) Memang Telah Wafat terlebih dahulu Sa'at Beliau dan Yai Chudlori Berangkat Haji Beberapa Tahun sebelumnya. Pesan beliau ini seolah Isyarah Terakhir Sebelum Beliau Bertemu Sang kholik.

 

Alfaaatiihaaahhh........


4. Foto Kenangan Tahun 90-an








5. Mohon untuk selalu panjatkan Doa untuk Beliau Almarhum Almaghfurlah Abah KH. Chudlori Ghozali 

Adalah sebuah keharusan bagi para santri untuk selalu mendoakan terhadap para Gurunya, dan menyadari betul bahwa sampai saat ini dan sampai kapanpun kita semua masih terus merasakan berkahnya seorang Guru, bukankah Guru telah membimbing kita, mengarahkan kita, menjadikan kita manusia yang lebih bermanfaat, menunjukan kepada kita jalan kebaikan, Sebagaimana disebutkan dalam syair yang dikutip Ta’lim Muta'allim :

  أُقَدِّمُ أُسْتَاذِي عَلَى نَفْسِ وَالِدِي ** وَإِنْ نَالَنِي مِنْ وَالِدِي الْفضْلَ وَالشَرَف 

“Aku lebih mengutamakan guruku dari orang tuaku, meskipun aku mendapat dari orang tuaku keutamaan dan kemuliaan.”

 فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ ** وَهذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَف 

“Ustadzku adalah pengasuh jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pengasuh badanku dan badan bagaikan kerangnya.”

maka sudah sepatutnya kita panjatkan doa untuk mereka Guru-guru Kita Murobbi Ruuhinaa....

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ، وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ، فِي مَقْعَد الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

Allâhumma-ghfir li masyâyikhinâ wa liman ‘allamanâ wa-rhamhum wa akrimhum biridlwânikal ‘adhîm fî maq’adish shidqi ‘indaka yâ arhamar râhiîn 

Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang. 

Alfaatihah .......................


NB : Artikel ini diambil dari Blog Ponpes Aspir dan Ponpes Al-Adalah Tegal, Mohon maaf atas kesalahan Wallaahu A'lam


4 komentar:

  1. Turut mendoakan kangge abah yai,

    BalasHapus
  2. Ya Allah berikanlah segala kemuliaan untuk Guru-Guru kami, Murobbi Ruuhina, yang telah membimbing Kami .... Al-Faatihah .....

    BalasHapus
  3. اللَّهُمَّ أَنْزِلْ فِيْ قَبْرِهِ الرَّحْمَةَ وَالضِّيَاءَ وَالنُّوْرَ، وَالبَهْجَةَ وَالرَوْحَ وَالرَيْحَانَ وَالسُّرُوْرَ، مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ البَعْثِ وَالنُّشُوْرِ، إِنَّكَ مَلِكٌ رَبٌّ غَفُوْرٌ



    __

    BalasHapus
  4. moga angsal keberkahan saking para ulama. karena berkat beliau alfakir tau tentang agama.

    BalasHapus